Pedasnya Begitu Digemari, Cabe Rawit Ternyata Punya Segudang Manfaat

Cabai rawit adalah salah satu jenis tanaman yang terkandung dalam varietas sayuran. Cabai rawit sering digunakan sebagai bahan utama dalam produksi hidangan khusus di Indonesia.

Ini memiliki rasa pedas, juga menyiapkan rasa dan juga beragam dengan keberadaan cabai rawit.
Rasa tanaman cabai rawit yang disumbangkan oleh rasa cabai adalah rasa pedas yang sekuat cabai merah, yang tergolong besar.

Pedasnya Begitu Digemari, Cabe Rawit Ternyata Punya Segudang Manfaat


Ini karena ada bahan yang disebut capsaicin dalam tanaman cabai rawit ini, yang kandungannya sangat besar dibandingkan dengan tanaman cabai merah, sehingga menghasilkan rasa pedas yang luar biasa pada tanaman ini.


Varietas cabai rawit atau dengan nama latin Capsicum frutescens L adalah tanaman herba yang dapat tumbuh dalam setahun. Tanaman cabai rawit ini awalnya berasal dari Amerika dengan daerah subtropis. Tanaman cabai rawit ini juga tumbuh liar di tepi rawa yang berbeda atau bisa juga ditanam di pekarangan rumah.

Di beberapa daerah di wilayah Indonesia, tanaman cabai rawit ini ternyata juga memiliki nama yang berbeda, seperti Leudeu Pentek (dalam Gayo), Chili Japlak (Jawa), Cengek (Sunda) dan Rica Gufu (Ternate dan Tidore).


Daun cabai rawit adalah jenis tanaman cabai yang memiliki daun tunggal di mana daun ini memiliki banyak batang. Bilah daun sedikit berbentuk seperti bentuk bundar yang menyerupai telur, tetapi sedikit memanjang atau lanset dengan alas yang tajam dan ujung yang menyempit. Daun muda bisa dikukus agar segar.


Untuk bagian batang utama tanaman cabai rawit ini, rata-rata memiliki panjang antara 49 dan 59 cm dan diameter batang antara 1,5 dan 2,3 cm.

Pada akar ada akar tunggang yang dapat menembus hingga kedalaman 30-60 cm ke tanah. Cabai rawit ini adalah tanaman yang ideal dan dapat hidup di tanah yang mengandung setidaknya 1,5% bahan organik dan memiliki pH antara 6,0 dan 6,5.


Di daerah mekar tanaman cabai rawit ini diklasifikasikan sebagai hermafrodit (androgini). Mahkota bunga lada cabai ini didominasi berbentuk bintang dengan warna yang sangat berbeda seperti putih, hijau-putih, kadang-kadang ungu.


Dari perspektif kesehatan, tanaman cabai rawit ini dapat menambah nutrisi dan juga meningkatkan nafsu makan (stomakic). Cabai rawit juga dapat meningkatkan sirkulasi darah. Cabai rawit ini juga dapat merangsang pengeluaran gas dari saluran pencernaan (karminatif).

Dapat meredakan hidung tersumbat dan juga efektif dalam menyembuhkan sinusitis dan mengobati nyeri migrain (sakit kepala). Sebagai obat luar, tanaman cabai rawit ini juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit seperti rematik, kolik dan pilek.

Tanaman cabai rawit ini tidak hanya digunakan sebagai bahan utama dalam produksi rempah-rempah kuliner dan juga sebagai obat tradisional, tetapi juga sering sebagai tanaman hias di kebun rumah.


Di bagian cabai rawit ini, semua bagian tanaman dapat digunakan sebagai bahan tradisional sebagai bahan obat herbal. Sebagai contoh, cabai rawit juga sangat efektif dalam mengobati berbagai penyakit internal seperti penyakit rematik.

Untuk mengobati rematik cabai rawit ini, yang digiling halus dan kemudian dicampur dengan beberapa kapur sirih dan jus jeruk nipis. Kemudian campuran bahan tersebut digosokkan ke bagian tubuh yang sakit atau terkena penyakit rematik.


Properti dan karakteristik Cabai Rawit
Tanaman cabai rawit ini adalah sejenis tanaman semak dan sejenis tanaman musiman. Ketinggian tanaman cabai ini mencapai ketinggian antara 60 dan 110 cm. Tanaman cabai ini memiliki cabang dan ranting yang penuh dengan buah dan bunga. Produksi tanaman cabai sangat bergantung pada jumlah cabang dan ranting. Semakin banyak cabang dan ranting, semakin banyak cabai itu.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>